PENALARAN
Penalaran
adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan
antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan
yang dapat diambil.
Penalaran dibagi menjadi dua
yaitu :
a.
Penalaran Induktif dan,
b.
Penalaran Deduktif.
1.
Definisi Penalaran Induktif
Penalaran
Induktif adalah cara berfikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan
atas gejala – gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam,
besi, aluminium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan
bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika
dipanaskna akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif disusun
berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
2.
Definisi Penalaran Deduktif
Merupakan
suatu proses berfikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang
sudah ada menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan.
Penalaran deduktif juga merupakan proses penalaran untuk menarik kesimpulan
dari hal – hal atau fakta – fakta yang bersifat umum ke hal – hal yang bersifat
khusus.
Macam
– macam dari penalaran deduktif :
a.
Silogisme
adalah
suatu bentuka proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi
(pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi
yang merupakan proposisiketiga.
1. Silogisme
Kategorial
Argumen deduktif yang mengandung suatu
rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial, yang disusun sedemikian
rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu. Tiap
term hanya boleh muncul dalam dua pernyataan, misalnya :
1) Semua
buruh adalah manusia pekerja
2) Semua
tukang batu adalah buruh
3) Jadi,
semua tukang batu adalah manusia pekerja.
2. Silogisme
Hipotesis
Silogisme hipotesis atau silogisme
pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese.
Rumus proposisi mayor dari silogisme :
Jika P, maka Q.
Contoh :
Premis Mayor : Jika hujan tidak turun, maka
panen akan gagal.
Premis Minor : Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
3. Silogisme
Alternatif
Silogisme alternative atau silogisme
disjungtif yaitu :
v Proposisi
mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif ; yaitu proposisi yang
mengandung kemungkinan atau pilihan.
v Proposisi
minornya proposisi ketegorial yang menerima atau menolak salah satu
alternatifnya.
v Konklusinya
tergantung dari premis minornya.
Contoh
:
Premis
Mayor : Ayah ada dikantor atau dirumah.
Premis
Minor : Ayah ada dikantor
Konklusi
: Sebab itu, ayah tidak ada dirumah.
b.
Entinem
Adalah
penalaran deduksi secara langsung, dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya
dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama – sama diketahui. Entinem
berasal dari kata Enthymema (Yunani) yang berasal dari kata enthymeishai yang
berarti ‘simpan dalam ingatan’. Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar