Rabu, 21 Maret 2012

Bahasa Indonesia 2 / Tugas III


PENALARAN

Penalaran adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan yang dapat diambil.
Penalaran dibagi menjadi dua yaitu :
   a.    Penalaran Induktif dan,
   b.    Penalaran Deduktif.

  1.    Definisi Penalaran Induktif
Penalaran Induktif adalah cara berfikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala – gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam, besi, aluminium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskna akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
  2.    Definisi Penalaran Deduktif
Merupakan suatu proses berfikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Penalaran deduktif juga merupakan proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari hal – hal atau fakta – fakta yang bersifat umum ke hal – hal yang bersifat khusus.
Macam – macam dari penalaran deduktif :
    a.    Silogisme
adalah suatu bentuka proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisiketiga.
1.    Silogisme Kategorial
Argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga proposisi kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu. Tiap term hanya boleh muncul dalam dua pernyataan, misalnya :
1)    Semua buruh adalah manusia pekerja
2)    Semua tukang batu adalah buruh
3)    Jadi, semua tukang batu adalah manusia pekerja.

2.    Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese.
Rumus proposisi mayor dari silogisme :
Jika P, maka Q.
Contoh :
Premis Mayor : Jika hujan tidak turun, maka panen akan gagal.
Premis Minor : Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
3.    Silogisme Alternatif
Silogisme alternative atau silogisme disjungtif yaitu :
v  Proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif ; yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan atau pilihan.
v  Proposisi minornya proposisi ketegorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
v  Konklusinya tergantung dari premis minornya.
Contoh :
Premis Mayor : Ayah ada dikantor atau dirumah.
Premis Minor : Ayah ada dikantor
Konklusi : Sebab itu, ayah tidak ada dirumah.
    b.    Entinem
Adalah penalaran deduksi secara langsung, dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama – sama diketahui. Entinem berasal dari kata Enthymema (Yunani) yang berasal dari kata enthymeishai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’. Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar