Konvensi Naskah
Konvensi
adalah suatu ( seperti amalan, tingkah laku, cirri – cirri) yang sudah
disepakati dengan meluasnya dan diptauhi. Naskah adalah suatu teks yang berisi
aturan, alur cerita didalam suatu blog.
Maka
yang dimaksud dengan konvensi naskah adalah penulisan naskah karangan ilmiah
yang berdasarkan kebiasaan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.
Konvensi
penulisan naskah yang sudah lazim mencangkup aturan pengetikan,
pengorganisasian materi utama, pengorganisasian metri lengkap, bahasa, dan
kelengkapan penulisan lainnya. Dalam penulisan sebuah naskah memiliki ketentuan
– ketentuan yang harus anda perhatikan. Adapun ketentuan – ketentuan dalam
penulisan sebuah naskah adalah sebagai berikut :
1.Naskah ditulis dalam bentuk format yang sudah
jadi dan siap dicetak.
2.Judul ditulis dengan huruf capital dan
dicetak tebal.
3.Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau
bahasa Inggris dengan program MS.Word jenis huruf Times New Roman dengan spasi
12 tunggal.
4.Ukuran kertas A4 dengan margin 4. 4. 3. 3 cm
(kiri – atas – kanan – bawah).
5.Alenia baru mulai pada ketikan keenam dari
batas kiri, antar alenia tidak diberi tambahan spasi.
6.Untuk kata asing, maka dipergunakan cetakan
huruf miring.
7.Semua bilangan ditulis dengan angka, kecuali
pada awal kalimat dan bilangan bulat yang kurang dari 10 harus menggunakan
ejaan.
8.Tabel ataupun gambar harus diberi keterangan
yang jelas, dan diberi nomor urut.
9.Identitas penulias harus dicantumkan dibawah
judul meliputi nama lengkap (tanpa gelar), institusi, alamat lengkap, institusi,
dan email.
Karya
Ilmiah
Karya
ilmiah merupakan karya tulis yang isinya
berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal - hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga
dengan penelitian lanjutan. Tradisi
keilmuan menuntut para calon ilmuan (mahasiswa)
bukan sekadar menjadi penerima ilmu. Akan
tetapi sekaligus sebagai pemberi (penyumbang) ilmu. Dengan demikian, tugas kaum intelektual dan cendikiawan tidak hanya dapat membaca, tetapi juga
harus dapat menulis tentang tulisan - tulisan ilmiah. Apalagi bagi seorang mahasiswa sebagai calon ilmuan wajib menguasai tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak terbatas pada teknik, tetapi juga praktek penulisannya. Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar menulis.Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu kepada
karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah.
Bagian
dalam penulisan karya Ilmiah :
A. JUDUL
Karya
ilmiah baik artikel jurnal, makalah bahan seminar maupun laporan hasil
penelitian ditulis dengan judul tertentu. Judul karya ilmiah ditulis dengan
mempertimbangkan hal-hal berikut:
(a)
Dirumuskan secara singkat
(b)
Mencerminkan area permasalahan, variabel penelitian dan target populasi
(c)
Memuat kata-kata kunci yang akan diacu dalam penelitian
(d)
Memisahkan antara judul utama dan judul pelengkap
B. KATA PENGANTAR
Dalam
kata pengantar dicantumkan ucapan terima kasih penulis yang ditujukan kepada
orang - orang, lembaga, organisasi, dan/atau pihak - pihak lain yang telah
membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan karya ilmiah
tersebut. Tulisan kata pengantar diketik dengan huruf capital, simetris dibatas
atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. teks pada pengantar diketik
dengan spasi ganda (2 Spasi). Panjang teks tidak lebih dari dua halaman kertas
kuarto. Pada Bagian akhir teks (dipojok kanan - bawah) dicantumkan kata penulis
tanpa menyebut nama terang.
C. ABSTRAK
Kata
abstrak ditulis di tengah halaman dengan huruf capital, simetris dibatas atas
bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak dua
spasi dari kata abstrak, di tepi kiri dengan urutan nama akhir diikuti koma,
nama awal, nama tengah (jika ada), diakhiri titik. Tahun penulisan ditulis
setelah nama diakhiri dengan titik. Judul dicetak miring dan diketik dengan
huruf kecil (kecuali huruf - huruf pertama dari (setiap kata) dan diakhiri
dengan titik. Kata jenis karya ilmiah, misalnya skripsi, tesis atau disertasi ditulis setelah judul
dan diakhiri dengan koma, diikuti dengan nama jurusan, tidak boleh disingkat,
nama universitas dan diakhiri dengan titik. kemudian dicantumkan siapa nama
pembimbing penulisan karya ilmiah tersebut.
Dalam
abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkandi bawah nama dosen pembimbing.
Jumlah kata kunci berkisar antara 3 - 5 buah. Kata kunci diperlukan untuk
komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci dapat ditemukan judul -
judul penelitian dan laporan penelitian dengan mudah.
Dalam
teks abstrak disajikan secara padat intisari penelitian dan laporan penelitian
yang mencakup latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan,
hasil yang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik, dan saran yang diajukan.
Dalam
suatu karya ilmiah yang mempunyai tingkat keformalan yang tinggi, seperti misalnya
skripsi, sistematika penulisan lebih baku, dan beberapa paparan lainnya sering
diminta dari mahasiswa, seperti seperti Kesimpulan dan Rekomendasi (Saran - Saran)
pada bagian akhir, atau Kata Pengantar pada bagian awal. Banyak jurnal dan
majalah meminta abstrak, yakni rangkuman informasi yang ada dalam dokumen
laporan, makalah, atau skripsi, lengkapnya.
Abstrak
yang ditulis secara baik memungkinkan pembaca mengenali isi dokumen lengkap
secara secara cepat dan akurat, untuk menentukan apakah isi dokumen sesuai
dengan bidang minatnya, sehingga dokumen tersebut perlu dibaca lebih lanjut.
Abstrak sebaiknya tidak lebih dari 250 kata (dalam satu atau dua paragraf), menyatakan
secara singkat tujuan dan lingkup penelitian/pengkajian, metode yang digunakan,
rangkuman hasil, serta kesimpulan yang ditarik.
D. PENDAHULUAN
Pendahuluan
merupakan bab pertama yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui ikhwal topik
penelitian, alasan, dan pentingnya suatu karya ilmiah. Pendahuluan dalam
laporan penelitian lebih kompek dari pada pendahuluan dalam makalah dan artikel
ilmiah untuk jurnal. Pendahuluan untuk artikel dan makalah disampaikan secara
lebih ringkas dan unsur-unsurnya tidak harus dicantumkan secara eksplisit.
Bab
pendahuluan biasanya memuat latar belakang yang dengan singkat mengulas alasan
mengapa penelitian dilakukan, tujuan, dan hipotesis jika ada. Memberikan alasan
yang kuat, termasuk kasus yang dipilih dan alasan memilih alasan tersebut,
perumusan dan pendekatan masalah, metode yang akan digunakan dan manfaat hasil
penelitian. Bab ini seyogianya membimbing pembaca secara halus, tetap melalui
pemikiran logis yang berakhir dengan pernyataan mengenai apa yang diteliti dan
apa yang diharapkan dari padanya. berikan kesan bahwa apa yang anda teliti
benar - benar bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan. Bagian tujuan
penelitian mengakhiri bab pendahuluan yang berisi pernyataan singkat mengenai
tujuan penelitian. Dalam menuliskan tujuan, gunakan kata kerja yang hasilnya
dapat diukur dan dilihat, seperti menjajaki, menguraikan, menerangkan, menguji,
membuktikan, atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan.
Pendahuluan
dalam penelitian dapat dibedakan pada laporan penelitian kuantitatif dan
laporan penelitian kualitatif. Pendahuluan dalam laporan penelitian kualitatif
memuat uraian tentang: (1) latar belakang masalah penelitian, (2) identifikasi
masalah, (3) cakupan masalah (penegasan dan pembatasan masalah), (4) rumusan
masalah, (5) tujuan penelitian, (6) keguanaan penelitian, (7) sistematik.
a.
Latar
Belakang Masalah
Bagian
ini menerangkan keternalaran (kerasionalan) mengapa topik yang dinyatakan pada
judul karya tulis ilmiah itu diteliti. Untuk menerangkan keternalaran tersebut
perlu dijelaskan dulu pengertian topik yang dipilih. Baru kemudian diterangkan
argumen yang melatarbelakangi pemilihan topik itu dari sisi substansi dalam
keseluruhan sistem substansi yang melingkupi topik itu. Dalam hal ini dapat
dikemukakan misalnya adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, antara
teori dan praktek, antara dasolen dan dasain dari konsep dalam topik.
Setelah
itu diterangkan keternalaran pemilihan topik dari paradigma penelitian sejenis.
Untuk itu perlu dilakukan kajian pustaka yang memuat hasil-hasil penelitian
tentang topik atau yang berkaitan dengan topik yang dipilih. Dengan melihat
hasil yang diperoleh dalam penelitian sebelumnya dapat ditunjukkan bahwa topik
yang dipilih masih layak untuk diteliti.
Topik
yang pernah diteliti boleh saja diteliti, asal penelitian yang baru itu dapat
menghasilkan sesuatu yang baru, yang berbeda dan dapat mengatasi kekurangan
hasil penelitian sebelumnya, atau dalam penelitian yang baru itu digunakan
teori atau metode tyang berbeda dan diduga dapat menghasilkan temuan yang lain
dari sebelumnya.
Dalam
skripsi atau tugas akhir, kajian pustaka untuk mengemukakan keternalaran
(kerasionalan) pemilihan topik penelitian itu bisa dikemukakan di bawah judul
tersendiri, misalnya hasil penelitian sebelum ini. Dalam kajian pustaka itu,
pembicaraan dilakukan secara kronologis. Dengan demikian, diketahui kemajuan
penelitian yang dilakukan pada peneliti selama ini dan diketahui pula posisi
peneliti sekarang dalam deretan penelitian sejenis. Dengan demikian peneliti
memiliki alasan yang mendasar (baik empiris, praktis, maupu teoritis) mengenai
pemilihan topik penelitiannnya.
b.
Identifikasi
dan Rumusan Masalah
Rumusan
masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau dipertanyakan yang
perlu dijawab dengan penelitian. Perumusan itu sebaiknya disusun dalam bentuk
kalimat tanya, atau sekurang - kurangnya mengandung kata - kata yang menyatakan
persoalan atau pertanyaan. Yakni apa, siapa, berapa, seberapa, sejauh mana.
Bagaimana (bisa tentang cara atau wujud keadaan) dimana, kemana, dari mana,
mengapa dan sebagainya.
Rumusan
masalah harus diturunkan dari rumusan topik, tidak boleh keluar dari lingkup
topik. Oleh karena itu, rumusan masalah hendaklah mencakupi semua variabel yang
tergambarkan dalam topik. Kalau ada variabel umum dan khusus, hendaklah
dirumuskan masalah pokok beserta sub - sub masalahnya. Jadi, rumisan masalah
harus terinci dan teruarai dengan jelas agar dapat dipecahkan dan dicarikan
data pemecahannya.
Rumusan
masalah yang baik harus memungkinkan untuk menentukan metode penentuan data dan
pemecahannya secara tepat atau akurat. Untuk itu, sebelum masalah dirumuskan perlu
diidentifikasi dengan baik. Identifikasi masalah bisa dikemukakan di bawah sub judul
tersendiri sesudah latar belakang, meskipun yang penting bukan judulnya
melainkan identifikasinya.
Dengan
identifikasi masalah, memungkinkan perumusan masalah yang operasional menjadi
lebih mudah. Masalah yang operasional memiliki ciri, antara lain: (1)
masalahnya dapat dipecahkan, (2) menggambarkan variabel penelitian yang jelas,
(3) bentuk dan jenis data yang diperlukan dapat dipastikan secara akurat, (4)
teknik pengumpulan data dapat ditentikan secara tepat, (5) teknik analisis data
dapat diterapkan secara tepat.
Permasalahan
penelitian dikategorikan baik jika memenuhi kriteria berikut:
a) Pernyataan masalah pokok bersifat
spesifik dan mencerminkan signifikan dan pentingnya penelitian.
b) Analisis yang tajam mengenai fakta,
penjelasan, keberadaan informasi dan pengetahuan dan memuat faktor-faktor
spesifik yang mempengaruhi munculnya permasalahan.
c) Mencerminkan interelasi antarvariabel
dan relevansinya dengan area permasalahan.
d) Mengungkapkan factor - faktor atau
variabel-variabel yang akan dikaji dan menjelaskan hubungannya dengan area
permasalahan.
e) Disajikan secara sistematis dan
teratur, memuat interelasi, relevansi fakta dengan konsep dalam area
permasalahan.
f) Identifikasi masalah diungkapkan dngam
pernyataan yang jelas.
g) Variabel - variabel penelitian yang
dianalisis tidak membingungkan dan secara nyata dapat dibedakan yang tergolong
variavel beas, terikat, dsb.
h) Ada perbedaan yang jelasn antara
pertanyaan-pertanyaan masalah dengan orientasi faktual dan orientasi nilai
dalam penelitian.
i) Ada perbedaan yang jelas antara
orientasi teoritis penelitian dan orientasi praktis, ingin mencari hubungan,
perbedan, atau proyeksi.
j) Pernyataan maslah harus mengacu pada
perumusan hipotesis, mengungkapkan data empiris atau keduanya.
k) Pernyataan masalah tidak memuat
masalah-masalah yang sepele.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian mengungkapkan apa yang hendak dicapai dengan penelitian. Tujuan
dirumuskan sejajar dengan rumusan masalah. Misalnya: (1) apakah ada pengaruh X
terhadap Y, maka tujuannya ialah menentukan ada tidaknya pengaruh X terhadap Y,
(2) apakah ada antara hubungan antara X dan Y, maka tujuannya ialah menentukan
ada tidaknya hubungan antar X dan Y, (3) bagaimanakan persepsi peneliti
terhadap pelayanan akademik, maka tujuannya ialah mendeskripsikan
persepsi..dst.
d. Kegunaan Penelitian
Yang
diuraikan disini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan, baik bagi
pengembangan ilmu maupun bagi kepentinagn praktik Uraian ini sekaligus
berfungsi untuk menunjukan bahwa masalah yang dipilih memang layak diteliti.
Pendahuluan
dalam laporan peenelitian kualitatif pada dasarnya menguraikan bagian-bagian
yang sama seperti dalam laporan penelitian yang menggunakan penelitian
kuantitatif yang berisi (1) latar belakang, (2) identifikasi dan pembatasan
masalah, (3) perumusan masalah atau fokus masalah, (4) tujuan penelitian, (5)
kegunaan penelitian, dan (6) sistematika. meskipun demikian ada persoalan yang
perlu mendapat perhatian dalam penyusunan laporan penelitian yang menggunakan
penelitian kualitatif:
1.Perumusan
masalah perlu mendapat perhatian karena ada perbedaan substansial antara
penelitian kualitatif dan kuantitatif. penelitian kualitatif lebih diarahkan
atau ditujukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. oleh karena
itu, perumusan masalah harus difokuskan pada persoalan utama secara tegas dan
jelas. jika perlu, peneliti dapat menyertakan masalah-masalah yang lebih kecil
sebagai unsur dari masalah utama (pokok) dan disajikan setelah masalah pokok.
2.Tujuan
penelitian mengungkapkan apa yang ingin dicapai dalam penelitian dan
menggambarkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencari jawaban atas
masalah penelitian. Tujuan dirumuskan dengan kalimat yang jelas, operasional,
dan merupakan jabaran pemecahan masalah penelitian.
Kegunaan
atau pentingnya penelitian, baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentingan
praktis, diuraikan secara jelas. uraian dalam sub Bab ini dimaksudkan untuk
menunjukkan bahwa masalah yang dipilih itu benar-benar penting untuk diteliti.
E. TINJAUAN PUSTAKA
Dalam
penelitian diperlukan 2 landasan, yakni kerangka teoritis dan metodologis.
Kerangka teoritis adalah teori yang digunakan untuk membangun kerangka kerja
penelitian. kerangka metodologis ialah hal ikhwal yang berkaitan dengan desain
penelitian, termasuk langka-langkah pengumpulan dan pengolahan data (variabel,
instrument, validitas dan realibilitas instrument, serta teknik pengumpulan dan
analisis data) dengan berbagai alasannya. Keduanya diuraikan dalam dua bagian
penelitian yang berbeda, tetapi berirutan. Kerangka teoritis diuraikan dalam
bab II, sedangkan kerangka metodologi diuaraikan dalam bab III.
Dalam
kerangka teoritis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja
penelitian. Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik. bisa juga berupa
teori yang digunakan oleh seorang ahli. Namun, teori apapun, yang digunakan
harus dapat dipertanggungjawabkan melalui kajian sejumlah pustaka dan hasil
penelitian dalam lingkup topic penelitian atau tugas akhir. Penyebutan nama
teori saja tidaklah cukup. Prinsip - prinsip teotri itu perlu diuaraikan,
termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu. variabel-variabel penelitian
perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu. Untuk itu, landasan
teori merupakan pemaparan konsep - konsep menurut pendapat penulis atau penemu.
Teori tersebut dan kemudian dipaparkan menurut sudut pandang peneliti dengan
disertai cara mengukurnya.
Dalam
laporan penelitian kualitatif terdapat bagian penelaahan kepustakaan dan/atau
kerangka teritik, sesuai dengan pendekatan dan desain penelitian yang
digunakan. bagaian ini disajikan dalam bab tersendiri (Bab II), dan disarankan
bukan hanya menguraikan penelaahan kepustakaan, melainkan dilengkapi dengan
kerangka teoritiknya.
Pentingnya
penelaahan kepustakaan dalam penelitian atau penyusunan laporan penelitian
yaitu karena pada hakikatnya hasil penelitian seseorang bukanlah satu penemuan
baru yang berdiri sendiri melainkan sesuatu yang berkaitan dengan temuan dari
penelitian sebelumnya. Dalam bagian ini hasil penelitian sebelumnya harus dikemukakan
untuk memberi gambaran pengetahuan yang mendasari pola kesamaan penelitian dan
pada gilirannya dapat diketahui kontribusi hasil penelitian bagi pengembangan
ilmu pengetahuan dan/atau kebijakan praktis secara jelas. Penelaahan
kepustakaan disusun secara kronologis sesuai dengan kemutakhiran teori maupun
data empiris sehingga dapat diketahui perkembangan keilmuan dan hasil
penelitian.
Kerangka
teoritik berfungsi sebagai “hipotesis kerja” dimungkinkan untuk disajikan
dalamm penelitian kualittatif. Kerangka teoritik dalam penelitian kualitatif
metupakan kumpulan konsep - konsep relevan yang terintegrasi dalam satu system
penjelasan yang berfungsi sebagai pedoman kerja, baik dalam menyusun metode,
pelaksanaan di lapangan, maupun pembahasan hasil penelitian.
Meskipun
tidak mutlak kehadirannya, telaah pustaka tetap menjadi kaharusan dalam
penelitian kualitatif. Telaah pustaka atau landasan teori dikategorikan baik jika
memenuhi kriteria berikut:
1.
Menggunakan
sumber-sumber mutahir disamping sumber yang dianggap klasik
2.
Menggunakan
sumber2 berupa artikel yang dimuat pada jurnal atau majalah ilmiah
3.
Kutipan
atas sumber pustaka disajikan secata tepat, dianalisis dan dihubungkan dengan
permasalahan
4.
Jumlahnya
mencukupi dan tidak ada kesan berlebihan
Prosedur penelitian (rancangan dan metodologi) dikategorikan baik jika memenuhi
kriteria berikut:
a. Logika struktur dan strategi studi
disajikan secara hati-hati, termasuk didalamnya identifikasi variabel,
ketepatan paradigma, bagan arus, atu model skematik
b. Deskripsi sampel penelitian
diungkapkan secara jelas, meliputi cara penarikan sampel, ukuran sampel, dan
strata
c. Menggunakan prosedur pengumpulan data
yang tepat dan terkait dengan ma salah dan fokus penelitian
d. Ada kesesuaian antara rumusan masalah
dan fokus penjelajahan di lapangan
e. Ketepatan menggunakan prosedur
pengolahan data.
E. METODE PENULISAN/PENELITIAN
Dalam
karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab
tersendiri. Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis
dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dalam karya ilmiah
makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit
menjadi bab. Dalam laporan penelitian ada perbedaaan antara metode penelitian
dalam metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode penelitian dalam laporan
penelitian kuantitatif, prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data,
pengolahan data, dan diakhiri dengan analisis data. Yang perlu diuraikan dalam
bab pendekatan atau penelitian kuantitatif adalah: (1) jenis dan desain
penelitian, (2) populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (3) Variabel
yang dirumuskan secara operasional, (4) instrument penelitian disertai
penentuan validitas dan reliabilitasnya, (5) teknik pengumpulan data , (6)
teknik pengolahan dan analisis data.
Dalam
uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah-istilah,
seperti angket guide interview observasi, wawancara. masing-masing istilah
tersebut perlu diterangkan prosedur penggunaan atau pelaksanaannya. bahkan,
kegunaan dari masing-masing teknik atau metode yang digunakan perlu diterangkan
secara jelas. sebaliknya pengertian populasi, sampel, teknik pengambilan
sampel, angket, guide interview, guide observation, wawancara dan sebagainya
tidak perlu diuraikan sebagaimana dalam mata kuliah metodologi penelitian. yang
diuraikan adalah siapa atau apa populasinya, berapa ukuran populasinya, berpa
ukuran sampelnya, apa teknik penarikan sampelnya, apa alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data, apa teknik pengumpulan datanya, apa teknik pengolahan dan
analisis data yang dipilih dan digunakan. masing-masing metode penelitian yabg
dipilih perlu diuraikan secara operasional sesuia dengan apa yang dikerjakan
oleh peneliti.
Metode
penelitian dalam laporan penelitian kualitatif terdapat beberapa perancangan
dan hal ini mengakibatkan penyajiannya akan berbeda pula. Ada beberapa
pendekatan penelitian kualitatif yang sering digunakan, seperti: (1)
fenomologi. (2) hermeneutika, (3) etnografi, (4) grounded theory. Adapun desain
penelitian kualitatif dapat berupa studi kasus, grounded study, etnometodologi,
biografi, historical social science, riset klinis dll. Kerangka penelitian
kualitatif yang diuraiakan dan dalam pedoman ini tidak dimaksudkan untuk semua
jenis penelitian kualitatif yang bersifat khusus melainkan hanya untuk memberi
kerangka dasar bagi penulisan karya ilmiah atau laporan penelitian yang
menggunakanj metode penelitian kulaitatif secara umum.
Metode
penelitian dalam laporan penelitian kualitatif mencakup bagian-bagian sebagai
berikut: (1) dasar penelitian, (2) fokus penelitian,(3) sumber data, (4) teknik
sampling, (5) alat dan teknik pengumpulan data, (6)objektivitas dan keabsahan
data, (7) Model analisis data, (8) Prosedur penelitian.
Bagian
- bagian tersebut harus diuraikan sesuai dengan apa terutama dalam penusunan
laporan yang dilakukan peneliti, Dengan kata lain, uaraian bagian ini hanya
bersifat konseptual atau teoritik, tetapi menyajikan uraian mengenai kejadian
yang dilakukan peneliti di lapangan, misalnya, untuk mendapatkan data yang
objektif dilakukan triangulasi. Secara teoritik ada 4 macam triangulasi yaitu:
(1) motode, (2) sumber, (3) peneliti, (4) teori. Demikian juga dengan model
analisis, secara teoritik ada beberapa model yang dapat digunakan seperti:
interactive analysis models dan (2) flow analysisi models.
F. HASIL DAN PEMBAHASAN
Karya
ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian memuat
bagian hasil dan pembahasan. Dalam artikel dan makalah hasil dan pembahasan
dapat berbentuk bab maupun tidak dalam bentuk bab. Dalam laporan penelitian
bagian hasil dan pembahasan kecenderungannya dibuat dalam bentuk bab. Bagian
hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab
tergantung kebutuhan. Dalam hasil disampaian data yang diperoleh dalam
penelitian. Dengan demikian hasil harus disajikan secara objektif dan sesuai
dengan data yang diperoleh (tabel atau gambar).
Dalam
bagian hasil penelitian diuraikan apa saja hasil penelitian yang mencakup semua
aspek yang terkait dengan penelitian. Analisa dan pembahasan membahas tentang
keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang
diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan
dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.Penulisan hasil dan
pembahasan menggunakan huruf times new roman, 10 pt, Bold) (kosong 1 spasi
tunggal, Times New Roman, 10 pt). Hasil eksperimen atau survei atau rancang
bangun beserta analisisnya dan pembahasannya dapat disajikan secara
bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian, tabel dan gambar. Data yang
dilaporkan sudah harus berupa data terolah, bukan data mentah. Tabel dan gambar
harus dilengkapi nomor urut menggunakan angka Arab, dan bila diperlukan,
disertai keterangan tambahan, seperti acuan dan arti singkatan. Untuk karya
tulis hasil tinjauan pustaka dan hasil bahasan teoritis, informasi pustaka yang
akan dipermasalahkan dan pembahasannya dapat diuraikan secara bersamasama atau
secara terpisah, disajikan secara sistematis, rasional dan lugas. (Times New
Roman, 10 pt, Regular, 1 spasi tunggal) (kosong 2 spasi tunggal, Times New
Roman, 10 pt).
Bab
pembahasan data merupakan bab yang paling penting dalam penulisan karya ilmiah
karena dalam bab ini dilakukan kegiatan analisis data, sintetis pembahasan,
interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan temuan pendapat baru yang
diformulakan (bila ada).
Bab
ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :
a.
Deskripsi
Data
Berisi
serangkaian data yang berhasil dikumpulkan, baik data pendukung seperti latar
belakang lembaga / instansi yang diteliti, struktur organisasi dan sebagainya
sert data utama yang diperlukan untuk pengujian hipotesis. Data-data tersebut
harus dideskripsikan secar sistematis.
b.
Pembahasan
Bagian
ini berisi pembahasan tentang hasil penelitian sesuai dengan acuan dan kriteria
- kriteria yang telah ditetapkan. Bagian pembahasan ini memperlihatkanketajaman
dan keluasan wawasan penulis mengenai permasalahan yang dikajinya.
Hasil
berupa data penelitian yang telah diolah dan dituangkan dalam bentuk tabel,
grafik, foto, atau gambar. Pembahasan berisi hasil analisis dan hasil
penelitian yang dikaitkan dengan struktur pengetahuan yang telah mapan
(tinjauan pustaka yang diacu oleh penulis), dan memunculkan ‘teori - teori’
baru atau modifikasi terhadap teori - teori yang telah ada. Berisi tentang
kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulisan mengenai masalah yang
dibicarakan.
Sajikan
hasil penelitian sewajarnya secara bersistem. Jika data terlalu banyak,
adakalanya Anda perlu selektif dalam menyajikannya. Dengan pertimbangan yang
masak, rancanglah tabel, grafik, gambar atau alat penolong lain untuk
memperjelas dan mempersingkat uraian yang harus diberikan. Jangan berikan
informasi berulang, misalnya dalam bentuk tabel dan gambar. Tabel dan gambar
perldisebut dalam teks dan letaknya tidak berjauhan dari teks yang
bersangkutan. Hindari pengulangan informasi yang sudah ada dalam ilustrasi
secara panjang lebar. Tafsirkan hasil yang diperoleh dengan memperhatikan dan
menyesuaikannya dengan masalah atauhipotesis yang diungkapkan dalam pendahuluan.
Adakalanya hasil digabungkan dengan Pembahasan, menjadi bagian yang dinamakan
Hasil dan Pembahasan. Sewaktu mengumpulkan data, mengolahnya, dan menyusunnya
dalam tabel, dengan sendirinya Anda telah memiliki sejumlah gagasan yang telah
dikembangkan dalam Pembahasan. Pengembangan gagasan ini disebut ‘argumen’. Anda
harus membandingkan dengan hasil peneliti terdahulu, kemudian buatlah pertimbangan
teoretisnya. Dengan demikian, maka Pembahasan merupakan kumpulan argumen
mengenai relevansi, manfaat, dan kemungkinan atau keterbatasan percobaan Anda,
serta hasilnya.
Dikatakan
oleh Rifai (1995), bahwa Pembahasan merupakan bagian tempat seseorang paling
bebas berekspresi. Pendapat orang yan sudah diringkas dalam Pendahuluan atau
Tinjauan Pustaka tidak perlu diulang lagi tetapi diacu saja seperlunya.
Bentangkan arti temuan serta jelaskan bagaimana simpulan baru itu memperluas
cakrawala ilmu dan teknologi. Bila perlu berikan implikasi penerapan temuan aru
tadi dan tunjukkan segi - segi lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Akhiri
pembahasan secara positif, tegas, dan kuat. Menurut Calderon & Gonzales
(1993), ada lima unsur yang dapat dituliskan dalam berargumen dan menyampaikan
implikasi dari temuan.
1)
Nyatakan
situasi yang ditemukan dalam penelitian: bisa memuaskan atau tidak memuaskan.
Misal: Mayoritas guru sains di Provinsi A tidak memenuhi kualifikasi untuk
mengajarkan sains.
2)
Nyatakan
kemungkinan penyebab situasi itu. Jika ada situasi,mestinya ada penyebab, dan
mestinya ada hubungan logis antarasituasi dan penyebab; bila tidak, yang
dianggap penyebab bukanlah penyebab yang sesungguhnya. Dalam contoh di atas,
penyebab logis kurangnya guru berkualifikasi untuk menangani mata ajaran sains
ialah kurang cermatnya petugas rekrutmen dalam menyeleksi calon guru, atau
tidak cukupnya pelamar yang berkualifikasi untuk menduduki posisi guru sains.
3)
Nyatakan
efek yang mungkin timbul dari situasi itu. Hampir pasti, ada pula efek yang timbul
dari situasi tsb. dan mestinya ada hubungan logis antara situasi dan efek yang
mungkin. Efek logis dari kurangnya guru berkualifikasi pada pengajaran sains
ialah bahwa pengajaran akan kurang efektif dan ini dapat merugikan siswa.
4)
Nyatakan
tindakan untuk mengatasi situasi yang kurang memuaskan atauuntuk meningkatkan
situasi yang sudah baik. Wajar saja untuk mengambil tindakan guna meng-atasi
situasi yang kurang memuaskan. Namun, situasi yang sudah baik pun perlu terus
dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Langkah logis untuk mengatasi keadaan
guru yang tidak berkualifikasi ialah dengan mensyaratkan peningkatankualitas
melalui pendidikan dalam bidang sains, menghadiri seminar, mengikuti pelatihan,
membaca lebih banyak publikasi sains.
5)
Nyatakan
badan atau bidang terkait yang terpengaruhi. Dalam contoh yang diambil ini,
pengajaran sains di Provinsi A yan terpengaruhi. Anda dapat melanjutkan
pembahasan tentang implikasi temuan Anda pada pengajaran sains. Implikasi ini
barangkali tidak berlaku untuk keadaan pendidikan secara keseluruhan. Hasil dan
Pembahasan: Kedua bagian ini dapat disatukan atau dipisah, bergantung pada gaya
selingkung jurnal yang bersangkutan. Di bagian ini dapat dikemukakan produk dan
dihasilkan dan spesifikasinya, uraian teknik instalasi produk (jika
diperlukan), uraian hasil uji efisiensi dan fungsional produk, tabel dan gambar
teknis atau foto setiap aplikasi metode, produk, dan hasil pengujian.
Penyajian
dan analisis data dikategorikan memenuhi kriteria yang baik jika memenuhi kriteria
berikut:
a)
Dirumuskan
secara logis dan teratur, kerangka hipotesis. Deduksi, tujuan dan pertanyaan
penelitian ditempatkan pada dimensi keterkaitan yang intensif
b)
Tidak
menyajikan hal-hal yang bersifat subjektif dan spekulatif
c)
Analisis
terhadap fakta yang diperoleh secara konsisten
d)
Terhindar
dari generalisasi yang berlebihan (overgeneralization) atau pengungkapan yang
tidak ada hubungannya dengan data penelitian
e)
Kesalinghubungan
penemuan empiris selama penelitian diungkap secara eksplisit dengan menghindari
distorsi data penelitian
f)
Faktor-faktor
tidak terkontrol yang diduga dapat mempengaruhi ketepatan data diantipasi sedemikian
rupa melalui diskusi
g)
Harus
jelas perbedaan antara fakta dan kecendurungan yang berkembang dalam proses
penelitian
h)
Hindari
kontradiksi, ketidakkonsistenan atau elemen-elemen yang tidak terarah dalam
data temuan
i)
Tabel,
gambar, bagan, dan sejenisnya disajikan secara tepat baik bentuk, isi, maupun
posisi.
Pada
bagian pembahasan dihubungkan untuk memperhatikan ataupun merujuk pula hasil
penelitian lain ataupun terdahulu. Selain itu perlu diungkapkan pula
keterbatasan ataupun limitasi dari hasil yang diperoleh dan diperiksa apakah
hasil yang diperoleh telah sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian tersebut,
dan perlu juga diungkapkan saran ataupun penelitian lanjutan yang perlu
dilaksanakan.
G. PENUTUP
Bagian
penutup dari karya ilmiah adaalah simpulan dan saran. Cara penulisan pada
artikel bergantung pada gaya selingkung jurnal, Bagian ini dapat merupakan
bagian terpisah atau bergabung dengan bagian Pembahasan atau Hasil dan
Pembahasan. Dalam bagian ini diuraikan keberhasilan metode dikaitkan dengan
hasi kerja, dan dampak produk.
Dalam
laporan penelitian kuantitatif, penutup merupakan Bab terakhir dari isi pokok
laporan penelitian. sesuai dengan isinya, bagian ini dapat dibagi menjadi dua
sub-bab yaitu simpulan dan saran. Simpulan harus sejalan dengan masalah,
tujuan, dan uraian tentang hasil penelitian dan pembahasannya. masalah yang
dikemukakan dibagian pendahuluan semuanya harus terjawab dan dengan jawaban itu
semua tujuan dapat tercapai. Uraian atau pembahasan masalah dalam bab sebelumnya
harus ada simpulannya.
Saran
harus sejalan dengan simpulan atau temuan. saran hendaknya disertai dengan
argumentasinya. kalau mungkin juga disertai jalan keluarnya. saran dapat
bersifat praktis atau teoritis termasuk saran yang berharga adalah saran
tentang perlunya dilakukan penelitian lanjutan, mengingat bahwa belum tentu
semua masalah dapat dipecahkan secara tuntas atas dasar penelitian yang telah
dilakukan atau setelah selesainya penelitian ini timbul masalah lain yang
terkait.
Dalam
penyusunan laporan penelitian kualitatif bagian penutup merupakan bab terakhir
dari isi pokok laporan penelitin yang terdiri dari simpulan dan saran. Simpulan
hendaknya berisi uraian tentang - temuan yang penting dalam penelitian dan
implikasi - implikasi dari temuan tersebut. Simpulan harus sejalan dengan
masalah, tujuan, dan merupakan ringkasan dari hasil pembahasan dan analisi.
Uraian dalam simpulan harus menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab
pendahuluan dan emmenuhi semua tujuan penelitian.
Saran
dikemukakan dengan mengaitkan temuan dalam simpulan dan jika memungkinkan jalan
keluarnya juga disampaikan. saran dapat bersifat praktis atai teoritis. Selain
itu, perlu juga dikemukakan masalah-masalah baru yang ditemukan dalan
penelitian yang memerlukan penelitian lanjutan.
Kesimpulan
dan saran dikategorikan baik jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a)
Pernyataan
mengenai kesimpulan diungkap secara tepat dan akurat tanpa disertai pernyataan
baru atau pengantar yang tidak relevan
b)
Kesimpulan
dibuat menurut ruang lingkup generalisasi atas dasar justifikasi data yang
disajikan
c)
Kesimpulan
seyogyanya diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan baru, berupa saran atai
rekomendari bagi penelitian lebih lanjut.
d)
Saran
yang dikemukakan bersifat objektif dan disertai langkah-langkah operasional
bagi implementasinya.
e)
Saran
semata-mata ditujukan pada upaya perbaikan atas kelemahan-kelemahan yang
dikemukakan atau berupa rekomendasi aplikasi temuan, berikut langkah-langkah
teknisnya.
H. DAFTAR PUSTAKA
Karya
ilmiah perlu dilengkapi dengan daftar pustaka, yang memaparkan karya ilmiah
lain yang digunakan sebagai rujukan. Agar dapat ditelusuri orang lain penulisan
karya ilmiah rujukan tersebut perlu memuat nama pengarang, judul karya ilmiah,
tahun penerbitan, serta penerbitnya. Tata cara penulisan daftar pustaka merlu
juga memberikan isyarat apakah karya ilmiah yang dirujuk itu berupa buku,
jurnal, makalah seminar, laporan penelitian yang tidak dipublikasi, dokumen
WEB, dll. Oleh karenanya ada tata cara yang ditetapkan untuk menuliskan daftar
pustaka. Namun demikian terdapat banyak versi tata cara penulisan daftar
pustaka, bergantung pada tradisi yang dipegang oleh masyarakat keilmuan dalam
masing-masing bidang. Tata cara penulisan daftar pustaka yang disarankan dalam
“Pedoman Penulisan Karya Ilmiah” di UPI diadopsi sebagian besar dari tata cara
yang ditetapkan “American Psychological 3 Hf/bhs.Ind/kim/2000
Daftar
pustaka hanya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam
karya ilmiah (skripsi), karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip
meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan skripsinya
tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka.\
Penulisan
pustaka disusun menurut abjad dari nama penulisnya dan nama keluarga harus
ditulis lebih dahulu tanpa menyertakan gelar. Sumber tulisan (pustaka) yang
menggunakan lebih dari satu baris diketik satu spasi dengan menjorok ke dalam
sejauh 0,5 inchi untuk baris ke dua dan seterusnya, sedangkan jarak antar
pustaka diketik dengan dua spasi dan diawali pada margin kiri.
Tata
cara apapun dapat saja dipakai asalkan pemakaiannya konsisten. Namun demikian
apabila karya ilmiah kita ingin dipublikasikan dalam jurnal tertentu, kita
harus menyesuaikan diri dengan tata cara penulisan daftar pustaka yang
ditetapkan oleh redaksi jurnal tersebut. Semua bahan acuan dalam bentuk jurnal,
buku atau pun naskah ilmiah yang digunakan sebagai referensi/acuan ditulis pada
bagian ini. Referensi/ acuan yang dirujuk haruslah yang mempunyai kontribusi
nyata dalam penelitian tersebut. Penulisan daftar pustaka diurut sesuai dengan
urutan penunjukkannya dalam naskah dengan menggunakan angka Arab seperti terlihat
pada contoh. Penulisan pustaka dimulai nama keluarga dan singkatan nama kecil
yang ditulis dengan huruf kapital. Semua nama penulis harus disebutkan. Untuk
penulisan majalah/jurnal, setelah penulisan nama diikuti dengan judul karangan,
nama majalah, volume majalah yang diberi garis bawah, nomor dan tahun majalah
masing-masing dalam tanda kurung kecil serta halaman majalah. Nama buku ditulis
di antara tanda kutip atau ditebalkan diikuti dengan nomor edisi buku, editor
(jika ada), nama penerbit, tempat penerbitan, tahun penerbitan, dan halaman.
(Times New Roman, 10 pt, Regular, 1 spasi tunggal) (kosong 2 spasi tunggal,
Times New Roman, 10 pt)
Rangkuman
1.
Karya
ilmiah merupakan kesatuan tulisan yang disusun secara sistematis. Karya ilmiah
laporan penelitian memiliki bagian-bagian yang terstruktur dalam kerangka
penulisan ilmiah. Bagian-bagian dari karya ilmiah secara umum adalah
pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penulisan/penelitian, hasil penelitian
dan pembahasan, penutup berisi simpulan dan saran, daftar pustaka.
2. Kerangka
Karya ilmiah makalah dan artikel terdiri atas Pendahuluan, Isi dan Kesimpulan. Pendahuluan
memuat tentang latarbelakang masalah, rumusan masalah, prosedur pemecahan
masalah dan sistematika uraiannya.Isi, memuat tentang kemampuan penulis dalam
mendemonstrasikan kemampuannya untuk menjawab persoalan atau masalah yang
dibahasnya. Pada bagian isi boleh terdiri dari lebih satu bagian sesuai dengan
permasalahan yang dikaji. Kesimpulan, yakni bagian yang memuat pemaknaan dari
penulis terhadap diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan
sumber - sumber literatur atau data lapangan.
3.
Dalam
karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab
tersendiri. Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis
dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dalam karya ilmiah
makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit
menjadi bab.